Jumat, 18 Februari 2011

pernah ku nikmati keindahan itu..


saat sore menjelang
di saat semuanya melaju pulang
ruas-ruas jalan menemaniku
bersama kabut cahaya
kusandarkan semua kepenatan ini
kulangkahkan nyali ini
untuk mengingat lagi
bersamanya.. senyumnya
menerawang ke birunya langit
bersamanya.. lembutnya
meleburkan mendung di langit sore
dimana tanah yang ku pijak
tetap menemaniku dengan kenangan ini


suatu saat..
tepat sore itu..
akan kuraih kelembutan itu lagi
biarkan terus hidup
diantara mimpi-mimpi sederhana ini

Kamis, 17 Februari 2011

repihan pinta, diantara gerimis hati..


ada kalanya
engkau membuatku tersenyum
terkadang
kau buatku gila
satu saat aku melihat cahaya
walaupun sering kali
kau buatku menangis
sesuatu
yang belum engkau mengerti hingga kini
aku hanya ingin menjadi bahu-bahu
disaat engkau ingin bersandar


jika engkau
telah menginginkannya
tiuplah lenteraku
yang hampir tak bersinar ini
percayalah
aku sudah cukup bahagia.. damai
pernah merasakan
sebuah ketulusan dari hatimu


ada saatnya mewangi
satu saat
pasti luruh satu-satu di rahim tanah
saat mata
terpejam akhirnya

Jumat, 21 Januari 2011

selembar kertas cinta memenuhi rembulan


bayangan terekam waktu
terlihat di gelas ini
mengingat betapa dahaga penantian ini.
mataku terpejam
gerak halus senyummu
melintas diantara wewangian yang merekah.
aku disini tetap berceloteh
dengan lembaran halus kertas.
kaitan kata tetap membisu
hanya berbuih putihnya kenangan.
tetes air mata bahagia
meneteskan tinta bergerak membentuk hati
dan berharmoni.
meletupkan..
Jagalah hati dan dirimu selalu
disaat cinta itu ada atau menghilang.

Jumat, 14 Januari 2011

sesobek airmata diatas surat cintaku..


kasih..
ijinkan aku bersandar sejenak di tamanmu
berbumbungkan tetabuh harmoni mencinta
berselimutkan rintik merindu
beralaskan senandung airmata.. tawa.
aku masih mampu terlena
lebih lena dari tidurmu
bertemankan mimpi indah
yang pernah aku alami dulu.
aku juga punya hati sepertimu
ingin rasa bahagia
sedangkan ku tak ingin berlari
jauh dari safana mawar-mawar senyummu
hingga akhirnya aku terdampar disini
di mihrab airmatamu.

sudihkah engkau..
hulurkan secubit kecup kenang
walau hanya sekelumit sisa dari senyummu
agar aku rasa masih di semesta pelukmu.
sesaat..
sebelum kau sapu remah-remah hatimu setiap pagi.

Jumat, 07 Januari 2011

Tak pernah sempurna


tak bisa memulai semuanya..
benarkah?
terdiam dalam rasa ini tercipta
melampaui helai-helai nafas.
menawarkan sinar putih
pada mimpi-mimpi tidur.
menggerakkan percik-percik air mata
mengisi ruang kosong kehampaan.
dengan gemelitik senyum
maafkan bila rasa ini terlalu dalam
melebihi kebencian, hingga rindu menjadi layu.
kesendirian menjadi sandaran
saat kebahagian seharusnya bercengkrama.
tawa itu tak akan pernah menjelma
hanya meniupkan kehangatan waktu sebelum pagi.
bentuk ini menemani malam
malam tetap malam
esok menyapa mentari.
di atas pelangi..
di antara fatamorgana..
menetes seiring embun
menyatu bersama angin
menghilang diantara gerimis.
ada pertama,
saat mataku menangkap indahnya penglihatan.
terus berterbangan
di langit-langit lamunan.

Oh.. mahakarya
biarkan semua tanpa beban
tanpa campur tangan
saat fajar mulai menapaki ufuk timur.

Senin, 27 Desember 2010

Dan Tuhan pun cemburu


ku ingin..
mencintaimu dengan sederhana
sesederhana kehangatan terik matahari pada tanah.

ku ingin..
tetap setia menunggumu di sini
sampai buih lautan tidak dapat menyentuh pasir pantai.
hingga namaku tertulis di batu nisan itu
dan abuku tersapu angin tak berbekas.

kuingin..
pohon kasih berbuah ranum
dan ia tidak dikutuk oleh Tuhan.
tetapi, hanya mencoba berdaun
dan semoga, Tuhan pun tidak cemburu.
maka mewangilah ia..

Senin, 20 Desember 2010

Tuhan.. sekali lagi aku mencuri cinta dari surgamu!


inilah cinta..
yang merayap di sela cadar surga
merambat turun di rahang arus sepi
mengoyak lembut tabir seribu purnama
berwarna merintik dengan hujan harmoni
anggun bersanding dengan tatabuh senja
merona dengan kenangan di remah-remah semesta
indah.. dihantar melodi harpa lengkung pelangi

atas nama mata air
yang menjadi persinggahan burung-burung.
atas nama embun
yang berjatuhan diatas bunga-bunga.
dan aku tlah berikrar
di dalam kudusnya lelangit.
engkaulah arus sang air bening
yang mengalir lembut di simphony surga.
engkau laksana keharuman yang dihirup
begitu lembut.. mempesona.
engkau laksana kilau cahaya
yang menembus kelamnya malam.
engkaulah sang gunung keheningan
yang tak tertaklukkan.
engkaulah senar sang harpa
yang dipetik, sekaligus dijadikan utuh.
engkaulah sang suara
nada-nada yang bertambah keras di udara malam
nada-nada yang menghanyutkan tubuh
buat jiwa selalu tergetar.

cinta..
adalah musik yang abadi.
nada-nadanya seimbang
dengan kehidupan yang naik.. turun.
setiap kali jantungku merasakan getarannya
maka tanpa disadari
aku selalu menggerakkan tangan
dan kakiku menari sesuai iramanya
kadang cepat, kadang lambat.
tetapi
aku tidak pernah lelah dibuatnya
bahkan aku begitu menikmatinya.

cinta..
adalah sungai kehidupan yang abadi
sungai itu akan membawa kita
menuju lautan yang sama
lautan( cinta ) keabadian..

karena cinta..
adalah sebuah jawaban
atas semua pertanyaan?

Kamis, 16 Desember 2010

kasih tak sampai..


belenggu cinta masih anggun terbingkai
meresap di dinding ruang mimpi
tersulam di rajutan dekade ungu
jauh terendap di tanggalan pilu
seperti menulis di helai udara
yang sudah tercabik-cabik air mata
cekung mata ini takut sekali
pada gerimis sekalipun

rama-rama mengarak kelabu di palungan langit
tirai awan berlalu hanya sekedar pamit
bibir hujan guratkan sepenggal pedih
tersayat lembut di sayap-sayap kabut lirih
membusuk di ranting-ranting siang malam
memutih di lengkung pelangi 1000 musim
merajut senyum dengan warna sepi
mengapung di pekatnya genangan pagi
kerinduan yang kian teriris
kegilaan yang tak terlukis

ketulusan yang menggapai-gapai
menggantung tak sampai
mengayuh biduk pecahan perahu
berlayar kesepian di kubangan langit beku
matahari berembun di tandusnya kemarau
terbakar di rahang siang berembulan
patah diantara puzzle-puzzle debu
hanya ada bangkai petir yang berserakan
hanya ada kosong.. dingin

aku kekasih yang karam
menggapai-gapai.. kasih tak sampai
aku kekasih yang terbakar
yang hangus dan tak pernah menjadi abu

Selasa, 14 Desember 2010

Sebuah bangku, tuk sandarkan liverku yang semakin berkarat!


kurasakan udara memasuki nafasku
kubersandar pada bangku ini
kubenamkan diriku,
semuanya untuk hari ini
dimana ragaku mulai bergerak halus
bergeser seketika itu
berhadapan langsung dengan jasadku
mereka berdialog tentang waktu yang tak pernah mengusik
kulihat semuanya dengan mataku sendiri
kuberbicara dengan kata-kata yang tak pernah aku ucapkan
anganku bebas menjadi otak di kepalaku

rasaku bukan mimpi
coba aku tertidur, tetap itu bukan mimpi
aku waras dan tak kan pernah menjadi gila
coba sentuh hidupku
dan aku senantiasa membelai bayangmu
kutebarkan senyum-senyum pada setiap hidupku
biarlah kupatahkan semua tanda tanya itu
dan kujawab semua pertanyaan itu
let down and hanging around..
crushed like a bug in the ground..
let down and hanging around..

kecil didalam besar
besar berasal dari suatu yang kecil
irama hidup menangkap sebuah kejujuran
telingaku bergetar,
mendengar jerit suara bisu
dan tuli jika terpaksa berteriak
kugerakkan jemariku mengikuti suara"thom yoke"
bangku kududuki dengan pantat ini
ku mulai berjalan tuk hidup dengan iramanya
dengan lekikan langit yang mengasihiku
langkahku terhitung 1..2..3..
dan bertahan dengan tarianku tentang senyuman

Minggu, 12 Desember 2010

Dengan sikapnya yang bisu, dia memamah otakku!


oh..
dia datang lagi menyapaku
aku kira dia sudah melupakanku
melupakan tengkorak kepalaku
lupa, betapa dia pernah begitu menikmatinya
memamah otak sebelah kiriku
mencincang habis otak kananku
merampas tetesan embun mataku yang sudah lusuh
mencabut satu persatu gigiku
gigi yang sudah bolong dan agak sedikit bau

kadang, aku dibuatnya bingung sendiri dengan tanyaku
kenapa dia memilih otak kerdilku
kenapa dia tidak tertarik dengan otak artis-artis itu
oh..
dia tetap saja terus menikmati santapannya
tanpa memperhatikan kebingungan dan ratapanku
seperti biasanya
seperti kedatangannya yang sudah-sudah
dengan sikapnya yang kaku.. bisu
tangannya tetap tenang pegang catut dan pisau dapurnya
aah..
migran ini memang sobatku yang paling setia

hey.. masuklah kedalam kamarku
jangan berdiri saja di depan pintu
di luar udaranya sangat dingin sekali
malam ini, kelihatannya langit tidak sedap untuk dinikmati
tadi sore rambut-rambutnya hujan lebat sekali
derasnya masih menempel di tempat tidurku
serpihan-serpihan petirnya masih berserakan di lantai
kelihatannya,
rembulan sedang kehabisan minyak tanah untuk lenteranya
gilangnya bintang pun tak nampak di pelataran rumahku mulai tadi sore
mungkin mereka sedang malas main petak umpet

kamu mau menagih janjiku ya?
tenang, sudah aku siapkan semuanya
tapi, kamu maukan menunggu barang sejenak
aku mau menikmati dulu secangkir kopiku sisa tadi sore
dan menghisap rokok yang tinggal sebatang ini
dengan sikapnya yang kaku.. bisu
dia tidak memperdulikan segala omonganku
dia langsung mencincang otakku
merogoh paru-paruku
mencabut jantungku

entah kenapa, ganti dia yang kelihatan bingung
mencari-cari sesuatu
kamu mencari hatiku ya?
maaf..
oktober kemarin, hati itu sudah aku titipkan pada seseorang
nggak papakan,
kamu sisakan hatiku untuk seseorang yang aku sayangi?

dengan sikapnya yang kaku.. bisu
dia tetap tidak memperdulikanku
dan aku hanya bisa merintih saja

Kamis, 09 Desember 2010

Robohnya surau hati


gerhana matahari, gerhana hidup
matahari hitam
langit hitam
samudera hitam
jiwa-jiwa hitam
tak ada sulur matahari
tak ada suluh kehidupan
tak ada apa-apa
hanya ada kesedihan tanpa pilu
pilu kehampaan

mmmmh.. huuu..
di nanar saujana, sang kantung rahim menari
menari laiknya sang darwis
dibalut gendang seruling ney
merentang tangan berputar-putar kekosongan
kosong diantara tepuk tangan hinaan
takut.. diantara kejaran belati, parang
melayang bagai mayat, bangun dari tangisan
tangisan yang tidak pernah menitikkan airmata

gerhana hidup, gerhana matahari
bumi meratap diatas lelangit menangis
gilangnya bintang pun terkendat
segala jadah memenuhi langit
datang dari jiwa-jiwa yang hitam
dari ratapan yang kering, gersang
dari kegelapan dalam kegelapan
dari kebingungan dalam kebingungan
kebingungan yang mengangkangi sauh hati
membunuh suluh jiwa

oh..
kepada siapa yang mau menerima jiwa yang hitam ini
pada siapa yang tak enggan seduhkan sinaran di cangkir ruh ku
yang tak enggan menyambangi nanar kepiluan ini
yang mau merawatku dalam ayat-ayat mati.. hidup

mmmmh... huuu..
airmata terendap
airmata yang tertahan
menangis pada siapa
menangis pada apa
menangis pada tangis yang tak termuntahkan
lukisan tangisan hanyalah menandakan..

Jumat, 03 Desember 2010

Antara telanjangku, cemeti malaikat, dan berandanya Tuhan..


mataku tercengang saat aku melihat selembar kertas putih
memaksa kuhapus berkali-kali tulisan ini
otakku mulai sombong ketika tergambar keinginanku
keinginan tuk membuat tulisan-tulisan yang bermimpi
tentang pujian-pujian itu
tentang aku mencoba yang terbaik
tentang menemukan inspirasi
tentang kepenatan yang dibungkus omong kosong
tentang hidup.. mereka punya hidup masing-masing!
tentang ketidakbisaanku
tentang secangkir kopi
tentang bibir seksi
tentang Tuhan yang maha adil.. dimana aku kerdil
tentang tangis yang tidak pernah menitikan air mata
tentang senyum yang bukan milikku
tentang kenikmatan di saat aku mencumbumu
tentang pekerjaan

Aah..
mending aku ke kamar mandi
cuci muka, terus kugosok hitamnya tubuh lapukku
tuh kan.. aku mulai sombong lagi!

Dia atas kebijakanku
nilailah aku dari sudut yang terhitam
kugunakan pena untuk berimajinasi bohong
kugunakan bibir untuk mengumpat keindahan
kugunakan akal untuk mendominasi kewajaran
kugunakan penampilanku.. tuk menjual harga diri yang selalu telanjang

Aargh..
mending gelandangan!
yang mengais-ngais tong sampah
mending kecoak bau!
yang selalu berusaha mencari makan
walau mereka sering dianggap kotor
mending jadi lampu 5 watt!
yang menerangi sebuah kamar lembab tak berpenghuni
mending menjadi ibu!
bagi anak-anak durhakanya
mending kamu tampar aku!
setelah itu ajari aku hidup di awal hari
dan merenungkan di malam hari
dan esok aku tidak ragu lagi untuk hidup
dan terus mati

keringat dingin menyembur dari pori-pori kulitku
perutku yang mulus mulai keriput
wajahku yang pas-pasan
mungkin terlalu "pas" sebagai manusia yang lupa akan masih kecil
aku bayi prematur..
kelak saat aku besar menjadi kelihatan dungu
tapi banyak yang suka kedunguanku

Tuhan..
maaf ya untuk sedikit celoteh ini!
mungkin deretan kata di atas tak pernah membuatku besar
kecil tanpa apa-apa..

Kamis, 02 Desember 2010

Merampas lilin kecilku dari tangan Tuhan!


kasih..
aku takut kehilangan dirimu!
tapi aku lebih takut ketika kau bersanding denganku,
takut.. tidak mampu bingkaikan secuil kebahagiaan untukmu.
aku hanya punya tangan yang kasar ini,
yang hanya bisa membelai lembut rambutmu,
ketika kau terbuai di lelapmu.
aku hanya sebuah patung yang bugil,
karena tidak ada yang bisa aku banggakan di depanmu.
aku hanya punya sepenggal hati yang rapuh ini,
rapuh.. ketika mendapatimu terbaring kesakitan.
aku hanya bisa menjatuhkan airmata ini,
airmata yang ingin merampas takdirmu dari tangan Tuhan.
karena surat-surat cintaku,
tidak pernah Dia sampaikan kepadamu.

kasih..
aku bukan siapa-siapa..
karena aku tanpa apa-apa!
Lukisan tangisan hanyalah menandakan..

Rabu, 01 Desember 2010

tetaplah kamu seperti burung-burung kertas!


burung-burung kertas..
bergerak halus
berputar-putar
sayap-sayapnya yang bergetar tertiup angin
kepalanya tertuju kaku ke depan.. matanya
mulai lagi bergerak diantara benang-benang yang mengaitnya
berayun terarah
kadang bertabrakan
terima kasih benang..
dan angin selalu berteman dengan sayap-sayap kertasnya

burung-burung kertas..
tak pernah diam
terus bergerak semakin halus
seiring waktu mengiringi damainya malam.. lembutnya pagi
tak pernah tertidur
bayang-bayang sayapnya bergerak terus.. terus hidup
dan semakin kentara lipatan-lipatan itu
sepasang mata terus memandanginya
meraih tuk menyentuhnya.. tersentuh kertasnya
senyum kecil timbul dari sepasang bibir itu sambil mengucap,
"tetaplah kamu seperti burung-burung kertas!"

burung-burung kertas..
terus berputar-putar, sesekali berhenti
serta seribu kepak keyakinan
hingga burung-burung nuri berkicau
terlihat dari kaca jendela
telinga ini mengiang
bersahutan
dan akan pasti berkicau dengan lembut.. merdu

ohh..
tak henti-hentinya
biarlah burung-burung kertas
dan beribu-ribu kepak sayap kertas putih..

Rabu, 24 November 2010

Membunuh sinaran bintang



menatap langit malam terbias mendung
cahaya kota mengangkat makna
akankah gerimis meletupkan aroma tanah?
jemari kaki menghentak lembut di dinginnya malam
kuingat dimana embun rasa mulai membasahi keheninganku
ku berbisik kepada tiap-tiap hembusan angin malam
oh.. kubersandar pada impian ini!
ku terlingkupi..

disaat cerah terus membawaku bergelut dan tersentak-sentak
halus..
halus..ku memujamu!
memuja bayangmu..
memuja setiap jejak langkahmu disaat melewati jalananku
jasadmu mengudara melewati kepenatan-kepenatan ini
kuseduh tiap senyummu..
pada tetes nafas ini
dimanakah guru yang memberiku senyuman tulus?

ku terus-menerus..
memahat kilau parasmu memenuhi langit.. alam
menuntun mendung tuk merintikkan gerimis memenuhi suka cita-cinta
yang menari di atas tanah
kukecup..
kubiarkan terlena
menatapku dengan mata indahmu
berbicara dengan senyummu!

Mengintip peti mati ibuku


sebatang rokok,
dan secangkir kopi sisa semalam.
kuhisap perlahan-lahan,
kuteguk di pagi buta.

di bangku bangsal rumah sakit ini,
diantara lelah yang melekat di keringatku.
penaku masih mencoba goreskan kata di kertas pembungkus nasi,
sekedar menulis surat untuk Tuhan,
sekedar mau menyapa dan berbagi sisa kopi semalam.

dalam cangkir kopi,
kulihat matahari pucat,
sepucat wajah ibuku yang sedang terbaring menikmati infusnya.
sementara hati pucat,
notasi jantung pucat,
luka pucat,
mata pucat,
langkah pucat,
tawa-tawa itu pucat.

diam dalam kebisingan,
menerawang membungkus diri,
menatap hari bersiluet pucat.
tunggu dulu, jam berapa sekarang?
mencoba mengintip di sela jendela kamar bangsal itu,
hanya ingin tahu,
kalau-kalau ibuku terjaga,
dan minta tolong untuk menemani ke kamar mandi.

entah..
sudah berapa kali mengintip melalui sela jendela itu,
seperti melihat ibuku melalui jendela Tuhan.
syukurlah,
Dia masih belum membawa peti mati untuk ibuku,
mungkin lain hari Dia akan datang,
dan aku masih menunggu untuk itu.

Senin, 25 Oktober 2010

engkaulah setiap nada dan kau jualah sang musik itu, kaulah sang lilin dan kau jualah nyala lilin itu !


July 30 at 10:43pm
***
Into my world,
of darkness and silence,
you brought light and touch.

When you lit my candle,
I began to see and understand,
the taste and texture of love.

For the first time..


July 31 at 9:44am
***
kasihku..
kumohon, dengarlah sebentar!
sebelum kau melangkah berlalu.

ketahuilah..
engkau, pernah hadir di kehidupanku.
sebuah kegelapan dan keheningan,
kau membawa cahaya dan sentuhan.

ketika engkau nyalakan lilinku,
aku mulai melihat dan memahami,
rasa dan tekstur cinta.
untuk pertama kalinya!

terima kasih untuk jejak langkah yang kau tinggal,
pergilah..


August 3 at 8:48pm
***
kasihku..
bahwa mangkuk debu ini dapat menjadi savana,
senandung rindu surgapun telah terdengar,
bahwa burung jiwa telah singgah di ranting-ranting cuaca.

lautan berhiaskan bulu-bulu cahaya mentari,
rawa garam menjadi manis bagai kautsar,
batu itu, menjadi batu delima ketulusan.
tubuh menjadi sepenuhnya jiwa.

kasih..
aku hanya ingin menjadi tua di sampingmu,
hanya itu pintaku..


August 20 at 8:57pm
***
kasih..
aku tidak gila, aku hanya sedikit terganggu.
setiap tetes mimpi yang mengalir dariku,
mentasbihkan pada awan kata-katamu.
dalam cawan mataharimu,
aku belajar bagaimana mengasihi.

kasih..
aku tidak sakit, aku hanya sedikit kurang sehat.
tubuhku bagai debu, jiwaku bagai angin,
kedua mataku sudah bertabur manik-manikmu.
dalam paras gemintangmu, kutemukan makna mencinta.

ketahuilah..
aku hanya ingin mencintaimu dengan sederhana..


August 27 at 8:05pm
***
api cintalah yang membakar diriku,
anggur cintalah yang memberiku cita mengawan.
ketahuilah bagaimana pencinta luka?
ada kalanya kau buatku tersenyum,
terkadang kau membuatku gila,
satu saat aku melihat cahaya,
walaupun sering kali kau buat aku menangis.

dalam kegilaan manis ini,
dalam kesedihan yang mulia ini,
mungkin kosong dan ringan.
aku tak perduli jika surga dan neraka tak pernah ada,
kau takkan letih-letihnya kucari.
sesuatu itu ku sebut.."CINTA"


October 18 at 8:43pm
***
aku adalah sebuah kenangan bersama 1000 sajak tanpa kata,
500 ribu lembar merindu,
750 ribu tembang cinta,
250 ribu bait puisi tak be_rima,
lepaskan makna dari kata.

di angkringan ini,
selarik pencarian edan luar batas rasa,
kasih tak sampai sang langitpun menangis di kudusnya sang bumi.

kasih..
di manakah engkau berada?


September 3 at 7:47pm
***
kasih..
aku takkan bisa menghitung bulan-bulan yang berpendar di atas atap,
ataupun 1000 mentari surga yang bersembunyi di balik dinding.
jika aku sedikit melupakanmu,
menafikkanmu..

sayangku..
jika aku tak bisa menjadi rembulan di malam-malammu,
ijinkan aku untuk menjadi lentera jinggamu,
yang setia menyibak kelam diantara mimpi-mimpimu.

tidurlah.., tidur biduk lintang hatiku.
jangan dulu terjaga sampai pagi tiba menjemput matahari.
tetaplah kau jaga tumbuhan cinta di ladang kasih kita ini.


September 13 at 4:24pm
***
kasihku..
ketika jemari kerinduan manjakan jiwa,
1000 bunga mawar yang ada di ladang kasih,
nampak seperti duri yang terlihat di sisi luarnya,
itulah bulu-bulu cahaya dari belukar yang terbakar!
meski kelihatannya seperti api,
tapi, sesungguhnya sang api dan sang mawar adalah satu.

di sayap kupu-kupu, di ranting-ranting cuaca,
kuselipkan sebuah rasa pada sehelai angin.
hanyalah dirimu yang mampu buatku jatuh dan mencinta.

kasih..
kau takkan terganti,
percayalah..


September 22 at 6:47pm
***
kasih..
ketahuilah dalam bait-bait air mata ini,
engkaulah kegembiraan dan kau jualah pancaran cahaya itu.
kaulah sebuah cinta yang terukir lembut di sayap-sayap airmata dan tawa ini.

kasih..
ketahuilah dalam larik-larik nafas ini,
engkaulah setiap nada dan kau jualah sang musik itu.
kaulah sang lilin dan kau jualah nyala lilin itu.

tetaplah mencinta dengan segala kesederhanaanku,
karena kau sang api yang menjadikanku abu,
dan aku gila karena cintamu..


September 30 at 7:18pm
***
kasih..
aku tidak gila, aku hanya ekstase di keindahanmu.
aku bagai kunang-kunang yang hanyut pada cahayamu.
desir rasa ini, terus gelayuti lidah apimu.
di dalam kobaran apimu,
menangis darah mawar-mawar tabris karena merindu.

telah kutulis 1000 puisi, telah kupahat 1000 jalan,
mengeja cintamu, meniti renjana menusuk jantung hujan.
pendarmu bagai bulan diantara gilangnya bintang.

ketahuilah..
aku hanya ingin menjadi tua di sampingmu,
hanya itu pintaku.


October 2 at 4:41pm
***
bukan..
ini bukan sebuah luka kekasihku,
inilah saputan warna di kanvas pencinta.
aku bagai kunang-kunang yang terkesima anggunnya cahaya,
cahaya kobaran sang api.
dan jilatan desir akan sulur-sulurnya,
kunang-kunang dan sang api bagai satu.
karena..
aku adalah engkau dan engkau adalah aku.

bila saja baitku bisa istirah di senjamu,
karena kau sang api yang menjadikanku abu..


October 5 at 6:44pm
***
sang mawar bisa saja bersembunyi dari pandang,
tapi, sang angin akan menyebarkan keharumannya.
ketahuilah, hati bisa saja merasakan apapun.
tapi sang jiwa tidak pernah berhenti bercakap-cakap.

sebersit senyummu bisa saja disamarkan oleh gumpalan awan,
tapi cahaya paras wajahmu tetap menyinari permukaan tanah.
karena sang bumi membutuhkan kehangatan cahaya sang matahari.

kasih..
hanyalah dirimu yang mampu buatku jatuh dan mencinta..


October 7 at 8:12pm
***
kasih..
diantara ketiadaanmu,
kurasakan..
pijakku tak bertempat, tapakku tak berjejak.
kurasa, ku bukan milik tubuh dan jiwa lagi,
hanya terasa milik jiwamu seorang.
maukah kau untuk menjadi pilihanku,
menjadi yang terakhir dalam hidupku.

inilah satu sayap cinta terbang ke langit,
tidak dari bintang zuhra ataupun debu.
satu sahaja yang kucari, satu yang kukenal,
satu yang kulihat dan satu yang kuseru.
maukah kau untuk menjadi yang pertama,
yang selalu ada di saat pagiku membuka mata,
dengan secangkir kopi engkau menyapa.

kasih..
kumohon, tetaplah hadir di setiap pagiku..


October 13 at 7:03pm
***
kasih..
bila tak kunyatakan keindahanmu dalam kata,
kusimpan kasihmu di sudut rasa.
bila kucium harum mawar tanpa cintamu,
segera saja bagai duri bakarlah aku!
meskipun aku tenang, diam bagai batu.
tapi, aku gelisah bagai ombak dalam lautan biru.

kau yang telah menutup rapat kalbuku,
tariklah misaiku dalam dekatmu.
engkaulah sang suara nan kudus yang tergetar ke sekujur tubuhku.
aku adalah tidak lebih seperti noda debu yang terombang-ambing di cawanmu,
di hadirat kasih engkau begitu indah.
hanyalah dirimu yang mampu buatqu jatuh dan mencinta,
karena kau sang api yang menjadikanku abu.


September 11 at 12:43pm
***
The silence( though it lasted no more than a minute ) became too intolerable to him.
To break it, and to show I was miss about she smile.
You will always keep me flying high in the sky of love.
princess.., please stay with me..
I'll tremble for my love always..


October 16 at 3:01pm
***
di taman budaya senja ini, di kelamnya langit jogja.
kuinginkan sajak tanpa kata,
dari pena yang telah kehilangan lembar putihnya.
diantara pasir-pasir, aku menyibak siluet cahaya.
aku bagai debu yang terbang beribu-ribu mil dari negeri yang tak mengenal musim,
bermigrasi mencari semi.

di tamanmu,
harum rerumputan tercium,
aroma kayu,
dingin batu,
bau perdu dan jamur-jamur.
adakah mereka bernama atau berumur?

kasih,
tetaplah kau jaga tumbuhan cinta di ladang kasihmu..

Minggu, 22 Agustus 2010

Water Shows The Hidden Heart..


* Selarik Prasasti menjemput impian *

Selarik pelangi tersembur indah di sela lelangit..
Paras gemintang bersitkan senyum dirajut mega..
Garis wajahmu lembut tercipta satu harmoni menyentuh..
Desau rindu prana dihela suasana mengurai kesetiaan..
Kubuat prasasti menjemput impian dari tulus hati..
Biduk telah ditambatkan di pantaimu bawa sebentuk hati..
Menikah denganmu bertahtakan kesetiaan bermahkota cinta..
Semoga..



* Aku akan selalu bergemetar karena cinta ini *

Dapati photo diri dalam satu harmoni menyentuh..,
Lentera siang telah berlalu..,
Pendar rembulan belai lembut prana dihela suasana..,
Pagi dan malam terjadi dalam satu simphony yang indah di hamparan sutera_NYA..,
Di bayang paras gemintangmu kutemukan kasih nan hidup..,
Kau nyanyikan untukku sebuah lagu tentang negeri di awan..,
Aku akan selalu bergemetar karena cinta ini..



* Cat lah kanvas cintaku *

Tak ada yang lebih indah satu misteri lentik keanggunan nan cantik,
Dirahasiakannya dalam pandang di ranting-ranting siang malam..
Tak ada yang lebih bijak satu rahasia keagungan nan rupawan,
Terukir lembut di sayap-sayap kabut cahaya musim..
Memutih dari seribu warna kebebasan merpati,
Senandung jingga menabuh gambar seribu matahari terbenam..
My Lord, cat lah hamparan kanvas cintaku dengan senyummu..



* Satu pinta sederhana *

Ada kalanya engkau membuatku tersenyum..,
Ada kalanya kau membuatku gila..,
Satu saat aku melihat cahaya..,
Walaupun sering kali kau membuatku menangis..,
Sesuatu yang belum engkau mengerti hingga kini..,
Aku hanya ingin menjadi bahu-bahu disaat kau bersandar..



* Bisik lirih ini *

Duhai alam..
Basuh muka ini dengan sulur-sulur lentera siangmu..,
Dan dengarlah sedikit bisik lirih ini..,
Sesungguhnya kehadiran bayang-bayang sahabatku semua..,
Adalah sebersit pijar yang selalu menyapa dalam dingin temaram malam-malam diri ini..,
Jagalah selalu sebersit senyum-senyum itu di ladang cintamu..



* Kegilaan manis ini *

Hatiku mentasbihkan kata mencinta..,
Nadiku melantunkan kisah mencinta..,
Dalam kegilaan manis ini..,
Dalam kesedihan yang mulia ini..,
Mungkin kosong dan ringan..,
Semua itu membawaku bersimpuh di kakimu..,
Dan mungkin aku akan menemukan kedamaian di dalam hamparan suteramu..,
Dan sesuatu itu ku sebut.."CINTA"



* Aku pernah mencintaimu dengan sederhana *

Di waktu pagimu nanti, ketika engkau tak temukan raga ini lagi..,
Ketahuilah dalam larik-larik nafas ini..,
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana!
Di kala senjamu nanti, lirih ini tak sanggup lagi menjangkau telinga kehidupanmu..,
Ketahuilah dalam bait-bait air mata ini..,
Aku pernah mencintaimu dengan sederhana!



* Terdiam mendura *

Nampak gumpalan mendung sapu segala pendar dari paras ayumu..,
Dapati bayangmu terdiam mendura dalam kaca ini..,
Apa gerangan bergemuruh dalam relung kalbumu..,
Sekilas segala gundah mata ingin berbagi cerita..,
Sahabat selalu di samping bagi jiwa disaat hati menangis..,
Di depan samar binar lentera untuk memandu segala goyah..,
Usah kau simpan lara hati..,
Masih ada asa tersisa..



* Romansa putih abu-abu *

Seutas bahagia bayang cerminan tatanan cinta lalu..,
Sebait nada-nada bercak romansa kelopak putih abu-abu..,
Rangkum dalam jiwa dikeramaian waktu rotasi impi..,
Selamat ulang tahun seberkas masa lalu..,
Terima kasih untuk jejak langkah-langkah mungilmu..



* Gadis dalam mimpiku *

My lord..
teduh dalam terangmu yang mengelilingi aku..,
bebas dari ketakutan dan rasa sakit..,
sebelumnya selalu terbersit tanya dalam semua pikiran ini..,
apakah bisa membantuku untuk menemukan makna dalam hidupku lagi..,
akhirnya aku merasa damai dengan gadis dalam mimpiku ..



* Berdiri untukmu selamanya *

Apakah kau akan menangis, ketika kau melihatku menangis?
Apakah kau akan menyimpan jiwaku malam ini?
Akankah kau mau mati untuk orang yang engkau cintai?
Dekaplah aku dalam pelukmu..,
malam ini.. aku akan berdiri untukmu selamanya..,
kau dapat mengambil nafas ini pergi..,



* Langit cinta *

Akhir sebuah hari ..,
mengingat jalan-jalan itu ..,
kami tinggal begitu dekat sampai akhir ..,
kita akan selalu mengingat saat-saat itu,
antara aku dan kamu..,
karena cinta kita akan abadi selamanya..,
hanya kau dan aku..,
kau akan selalu membawaku terbang tinggi di langit cinta..



* Jalan untuk sebuah cinta *

Sepanjang hidupku,
Aku selalu menunggu dicinta seseorang..,
Sepanjang hidupku,
Aku selalu menunggu untuk mencinta seseorang..,
Hari demi hari,
Selama bertahun-tahun aku membuat jalan untuk sebuah cinta..
akhirnya aku menemukanmu..
kumohon..,
jangan pergi dariku..



* Cahaya di sisi gelapku *

Dulu..,
Aku hanya sebuah menara memutih sendirian di hamparan laut..,
Dingin.. kosong.. rapuh.. sedikit goyah..
Sebersit senyummu terseduh dalam segala kosong ini..,
Menjadi cahaya di sisi gelapku..,
Cinta tetap menjadi obat yang paling ampuh dari pada pil ..,
My lord..
Kumohon tetaplah bersamaku..
Aku akan selalu bergemetar karena cinta ini..,
ya.. cinta ini !



* Jangan pergi *

Apakah malaikat-malaikat merenungkan nasibku?
Dan apakah mereka tahu tempat-tempat di mana kita akan mati?
Aku telah diberitahu bahwa ketulusan hati memungkinkan sayap-sayap mereka terungkap..,
Ketika aku datang untuk memanggilnya, dia takkan pernah meninggalkan aku sendirian.. ,
Dan melalui semua itu ia menawarkan perlindungan kepadaku..,
Suguhkan cinta dan kasih sayang..,
Jangan pergi malaikat kecilku..



* Nafas 1000 tahun *

Aku punya senyum terbentang dari laut sampai ke langit..,
Untuk melihatmu berjalan menyusuri kerinduan ini..,
Kita bertemu di lampu hati..,
Aku terpaku untuk beberapa saat..,
Dunia di sekitarku menghilang..,
Waktupun serasa berhenti..,
Hanya kau dan aku..,
Di pulau segala harapan ini..,
Nafas diantara kami bisa 1000 tahun untuk hidup.., kalau saja..



* Andai aku bisa terbang *

Aku tidak bisa terbang..,
Aku hanya seorang laki-laki konyol..,
Mencari hal-hal khusus dalam diriku..,
Aku hanya seorang laki-laki yang mencari mimpi..,
Dan itu tidak mudah..,
itu tidak mudah untuk menjadi.. Aku..



* Terdengar samar suaramu *

Malam itu hanyalah sebuah kenangan..,
Kami berdiri di tengah hujan lebat..,
Tapi.. aku masih merasa kau berdiri di sampingku..,
Dan samar terdengar suaramu..,
Semua yang aku dengar adalah rintik hujan.,
Andai aku akan bertemu denganmu lagi..



* Telanjang dan dingin *

Pernah merasa begitu sendirian..,
Telanjang dan dingin sampai ke tulang..,
Kehilangan kepercayaan pada diri ini..,
Tuhan mengutus seorang malaikat untukku..,
Dialah malaikat kecilku ..



* Kulitmu buatku menangis *

Kau seperti malaikat..
Kulitmu buat aku menangis..,
Engkau mengambang seperti bulu..,
Apapun yang membuatmu bahagia..,
Dan apapun yang engkau inginkan..,
Nafas ini akan memperjuangkannya..,
Karena engkau begitu istimewa..,
Aku tidak peduli apakah itu menyakitkan..,
Aku hanya ingin kau tahu disaat aku tidak ada..



* Berikan pelukmu sebelum aku tua *

Bersembunyi dari hujan dan Salju..
Berusaha untuk melupakan, tapi aku takkan pernah melepaskan semuanya..
Mendengarkan denyut jantung ini..
Katakan padaku, dimana aku dapat menemukan seseorang seperti dirimu..
Bawa aku ke hatimu, bawa aku ke jiwamu..
Berikan tanganmu sebelum aku tua..
Tunjukkan padaku apa itu cinta dan apa itu sebuah ketulusan..
Tunjukkan padaku bahwa keajaiban cinta itu benar adanya..
Mereka berkata takkan ada yang abadi..
Tapi kami masih di sini hari ini..
Masih berbagi indahnya senyuman..
Bawalah aku pergi jauh dari sini..
Bawa aku ke hatimu, bawa aku ke jiwamu..
Berikan tanganmu dan tahan aku dalam pelukmu..
Tunjukkan padaku keajaiban kecil itu..
jadilah bintang penjaga hati ini..



* Dekat di jantungmu *

Tidak ada yang akan merasa saling kehilangan..
Cinta untuk keteduhan jiwa..
Berharap diri ini, bahwa kau akan mencintaiku suatu saat..
menunggu, aku punya semua waktu untukmu..
Dan tidak akan pernah kehilanganmu..
Ada saatnya ketika aku mempercayaimu..
Saat itu aku merasa dekat dengan jantungmu..
Saat itu aku adalah milikmu..
Setiap saat aku merasa yakin dengan semua itu..
Aku akan selalu di dekatmu, untuk sekedar melihat senyum itu..
Dan aku tidak ingin kau pergi dariku..
Karena, kaulah satu-satunya..



* Mengatakan pada debumu *

Dalam malam ada bintang kerinduan..,
dalam kerinduan ada cinta damba..,
Setiap tetes darah yang mengalir dariku..,
mengatakan pada debumu..,
aku sewarna dengan cintamu..,
aku kawan bermain bagi cintamu..
Kau matahari dalam awan kata-kata..,
bila mataharimu marak bercahaya..,
segala ucapan yang lain pun lenyap sirna..
hanya keindahanmu lah yang. selalu kudamba..,
dan sesuatu itu ku sebut.."CINTA"



* Ikat aku dalam misterimu *

Ikat aku dalam misterimu..
Menjadi satu, indah di sebelahmu..
Begitu bercahaya auramu, membuta arah pandangku..
Tubuhku seperti debu, Jiwaku seperti angin..
Tak ada satu yakinku yang pasti..
Sampai kau berkilau..
Seperti panah melesat, dari busur penguasa jiwa-jiwa..
Lidahku keluh untuk memohon..,
Kedua mataku, sudah bertabur manik-manikmu..,
Kutahu, dan engkau tahu..,
Aku tidak akan hidup, tidak tanpa kontemplasimu..,
kaulah penguasa hati kecilku ini..



* Oh.. My love *

Oh my love..,
telah kau tiupkan api di hamparan fajarku,
di situ kumengenal sombong di ubun-ubun.
oh my love..,
telah kau hembuskan sehelai angin di sela siangku,
di titik itu kunikmati fitnah di antara urat lidahku.
oh my love..,
telah kau seduhkan banyu di kanvas jinggaku,
di goresan itu kuselami pendar dosa.
oh my love..,
telah kau pahatkan segepal jenar di temaramku,
dirahasiakannya rintik rindumu diserap akar jiwaku.
engkau takkan letih-letihnya kucari..



* Meriak murka diantara debunya *

ooooh..
biarkanlah adanya hitam putih
reguklah tawa tangis
jilatilah pahit manis swarna dwipa
tatkala meriak murka diantara debunya
oh.. aroma telah memenuhi rongga perutnya
asap-asapnya mengalunkan kehilangan
mmmhhhh.. hu..
Pamanggone aneng pangesthi rahayu
Angayomi ing tyas wening
Eninging ati kang suwung
Nanging sejatining isi
Isine cipta sayektos
mmmmhhh... hu...



* Bunda *

Sosok bayang, yang merajut kain cita cintanya dengan menarik sehelai benang dari hatinya..
Sosok bayang, yang melukis kekuatan di kanvas masalahnya..
Sosok bayang, yang selalu bersitkan senyuman di dalam telaga air matanya..
Kasih sayangnya tidak akan kering di musim panas..
Tidak akan beku di musim dingin..
Kasih sayangnya akan tetap mekar walaupun bukan di musim bunga..
ia akan sekuat tenaga menjaga kasihnya seperti lilin yang rela habis demi terang..
oh.. "God's tears"



* Insane things *

sometimes when you see someone from afar..
you develop a fantasy..
thought I'd find what I was looking for, "God's tears"
but I found something else..
Insane things..
Things in million year..
you never thought you'd see yourself do..
there you are doing it, can't help it ?
I guess I just.. have to make the right decision..
in the end, it's not my eyes that must decide..



* Surga masih ingin tahu *

Surga memiliki rasa ingin tahu..
dan aku masih ingin mempercayainya..
aku tidak bisa membantu kerinduan ini..
aku tidak bisa menahan semuanya..
bahwa aku terjebak dalam gelombang putih..
aku tenggelam dalam keheningan ini..
jika engkau sedikit melupakan bayangku.
ketika amarah dalam diriku reda..
aku dapat menangkap sehelai nafasmu..
dalam gelombang putih, engkau diam dan kau bernafas..
dalam gelombang putih, aku hanya ingin sekedar mencium bibir mungilmu..
sayang.. tetaplah kau jaga ladang kasihmu.

Jumat, 19 Maret 2010

Bromo yang cantik dan bromo yang menangis..


Renangi sebersit jingga dalam hamparan subuh di lerengmu..
Binar lentera hari membelah gelapnya temaram sekelilingmu..
Terhampar bagai permadani harmoni dalam pandang lelah mata ini..
Terkesima diri sesaat lupa dingin malam selimuti romansa ini..
Bingkai kabut merendah perlahan menyapa tanah berpijak..
Desau angin iringi ilalang berdansa mesra bulir embun nan manja..

Terhanyut dalam alunan legenda saksi merangkak umur bumi..
Bergemuruh murka lembah hijaumu diperkosa sang laknat..
Segala jadah dan ribuan do'a terpanjat iringi lara hatimu..
Namun engkau tetap setia temani selasih-selasih di tosari ini..
Tetap tegak berdiri bersanding penanjakan di sisimu..
Dingin nan anggun satu keagungan di Java ni..

Wahai Bromo..
Tetaplah berdansa disetiap labirin malam-malammu..
Rembulan selalu menunggu di lautan pasirmu..
Berhiaskan paras gemintang di hamparan temaram lelangit..
Mentaripun janji setia untuk selalu menjaga kehangatanmu..
Karena engkau satu keanggunan yang dimiliki Pasuruan..

Rabu, 17 Februari 2010

antara aku , renjana hati dan Netherland



Selasih : aku mengagumi gambar diri sesosok selasih yang masih setia merawat bumi..

Renjana : ketika itulah pendar mentari yang sesungguhnya menyentuh bumi..

Selasih : dan bumi selalu setia menunggu sulur-sulur lentera itu agar dapat hangatkan ladang-ladang kasih_NYA

Renjana : dan secercah asa dalam tiap berkasnya.. perlahan menghembuskan hidup..

Selasih : duhai alam dekaplah segala impi d sela palung kasihmu.. gelisah dan mencari dalam merajut usia.. di lelangit inginku basuh sulur-sulur mentari.. biar segar meraja berdansa di lantai rembulan.. ijinku petik setangkai lintang mutiaramu untuk renjana hati..

Renjana : lukiskan kisah dalam naungan fajar.. hingga terik mentari siang bersambut ayun langkah.. menyiratkan tekad dalam buaian peluh.. sang renjana hati di penantian tak pernah melepas asa darimu..

Selasih : pagut sepiku merindu letih hati.. sekian lama merangkai waktu bersandar musim.. sendiri ku kayuh biduk kecil ni.. harap segera labuhkan renjana ni d pantai cintamu..

Renjana : dalam sepi aku terjaga milyaran panah jarak membentang.. tiap untai nyanyian hati tersingkap untukmu.. bayanganmu menyusuri degup jantung.. tak berujung di penantian menepis pedih ini..

Selasih : lembar hidup yang dulunya terdera sepi.. kini berpijar tatkala sebersit senyum menyapa dingin ini.. melukis segala asa di langit hati penuh harmoni.. memjemput impian di dalam relung-relung kasihmu..

Renjana : tahukah kau !? bunga hati menyiratkan senyuman.. ketika mendapati suluhmu terus bernyala.. walau tak dapat panca inderaku menemukanmu.. temuilah aku di sudut batinmu..

Selasih : belai angin kabut putih sebersih kalbu.. dedaun mendesah prana dihela suasana.. harum ilalang bermandikan bulir-bulir embun.. dua hati dalam buaian menghantar pagi hening tenang.. semoga bersemi tersemat waktu..